ASIP Essentials
Holaaa,,
Banyak janji posts yang belum ditepati... hmm..
Ah sudahlah, lupakan post yang serius. Kepingin sekali share hal-hal yang bermanfaat dan review dari sekian banyak peralatan bayi, dan suami pun nyuruh untuk post tulisan tentang ini. Nulis ini bener-bener ngalir aja gitu, ga perlu recall memories yang berat-berat.
Dalam post kali ini, saya akan sharing peralatan tempur Air Susu Ibu Perah (ASIP). To me, ASIP does not exclusively matter for working moms, karena punya stok ASIP penting lho buat jaga-jaga misal harus ditinggal pergi belanja/nyalon/ngemall/nonton, atau kalau para Moms harus dirawat karena sakit di RS, dll.
Hope you find this post useful.. Enjoy!
1. Manual Breast Pump: Philips Avent Natural Comfort Manual
Manual pump dari Philips Avent ini ok dan memang comfort dipakenya, bunyinya agak berisik kalau setelah di steril ga bener-bener kering saat dipake. Kalau dipake pas bener2 kering ya nyaris ga ada suaranya. Berhubung hasil perah cukup banyak (alhamdulillah), jadi untuk ukuran botol 120ml bawaan Avent ini terlalu sedikit sih ya. Brand Philips Avent ini asalnya dari UK. Price: IDR 700K (Tiara Baby Shop - Bogor).
Believe me, masukkan breast pump (either manual or electric) dalam tas persiapan melahirkan. Kita ga akan pernah tau apakah bayi kita akan disinar UV atau ngga (bilirubin rendah/kurangnya cairan ASI yang masuk ke tubuhnya). Nay harus disinar di hari keempat saat seharusnya kami pulang ke rumah. Selama masuk ruangan khusus untuk disinar, bayi kita akan minum ASIP, sehingga kita harus prepare merah asi bahkan dari hari pertama melahirkan. Kalaupun ga kepake di RS, nanti bisa jadi stok untuk di rumah. Rumah Sakit siih nyediain breast pump untuk dipinjem ya, tapi saya ngga mau ah pake breast pump bekas orang lain walaupun di steril dulu.
2. Electric Breast Pump: Medela Freestyle
Awalnya ngeri takut lecet ngeliat corongnya, karena ngerasa philips avent lah pump yang paling comfort. Ternyata eh ternyata setelah dicoba (setelah dibeli tentunya), enakkk dan comfort juga kok. Motornya agak bunyi ya. Yang dicari dari Medela Freestyle ini ya batere lithium-nya, merek yang lain belum punya. Kalau ga nemu colokan listrik, ribet juga kalau harus copot dan ganti batere AA, lebih praktis tinggal pake batere yang udah charge aja. Untuk handsfree pumpnya, belum sempet coba sih. Harganya mihil bingits, IDR 5300K (Fany Baby Shop - ITC Kuningan). But it's worth the penny. Medela ini produk dari Swiss.
3. Botol Dot: Mam
Media pemberian asip harus dicari sesuai dengan keyakinan masing-masing, plus kemampuan dan ketelatenan yang mengurus. Nay dikasih botol dot, walau tidak dianjurkan sih. Nay sempet ga mau pake dot karena lebih prefer puting Mamnya, nangis kejer sampe milih bobok daripada mimik. Dikira ga cocok pake dot merek Mam, ternyata pas dikasih botol dot merek lain pun (Avent, Medela calma) Nay memang gamau. Ternyata yang penting adalah sering-sering latihan minum botol selama masih cuti melahirkan (minimal 2x minum dari botol dot supaya ga lupa dan ga ngamuk lagi pas nanti ditinggal kerja). Perkara merek, cocok-cocokan sih. Medela calma juga mau tapi Nay sepertinya lebih cucok Mam. Mam ini product Austria, Mam juga panggilan Nay untuk saya, ibunya. Warnanya Mam ini lucu, kalem, bentuknya wide, Nay bisa pegang sendiri malah. Alhamdulillah sampai sekarang Nay masih cocok dengan Botol Dot Mam dan ga bingung puting. Saat ini Nay punya 5 botol, masih kekejar sih dengan cuci dan steril. Price: IDR 120K each.
4. Botol Kaca
Tergantung yang ada di baby shop apa: bka atau botol pre-condition. No specific preference. Kalau liat di kulkas sih lebih indah liat stok asi dalam botol, lebih rapi gimana gitu.
5. Plastik ASIP: Gabag
Ada dua ukuran 100ml dan 180 ml. So far so good. Buat ngirit tempat di kulkas, baiknya pake plastik ASIP, cuma memang sekali buang, jatohnya ya boros juga ya.
6. Cooler Bag: Gabag dan Medela
Duaduanya oke. Wajib punya untuk working mom ya. Selama ini sih tahan lebih dari 12 jam.
7. Ice Gel: Igloo, Medela, Gabag, Bka
Kalau mau bawa bekel ASIP dalam botol, baiknya pake contoured ice gel. Kebetulan pas beli medela freestyle udah termasuk. Tapi ice gel yang plastik ok juga kok. Ice gel ini penting untuk jaga2 takutnya mati lampu, atau pas mau bersihin kulkas, supaya ASIP tetap terjaga suhunya. Igloo beli di Ace Hardware, untuk merek lainnya beli di baby shop.
8. Sterilizer: Philips Avent 3 in 1 Electric Steam Sterilizer
Kepake banget untuk steril semua printilan pump maupun botol dot. Kelemahannya hasilnya memang basah banget, jadi harus didiemin sampe kering atau di lap. Jangan lupa sterilizer ini rutin dibersihkan pake Citric acid yoo. Alternatif untuk steril perintilan ini ya direbus pakai air mendidih, tinggal pilih mau tagihan listrik atau tagihan gas yang nambah. Price: IDR 950K (Tiara Baby Shop - Bogor).
9. Bottle Warmer: Philips Avent Fast Bottle Warmer
Ini ga penting-penting amat sih, jarang kepake karena Ninom (panggilan Nay untuk Neneknya) lebih prefer pake cara manual (cemplungin ke air hangat). Tapi praktis juga sih pake bottle warmer ini, lumayan cepet juga kok ngangetin susunya, asal sudah mencair ya asipnya. Price: IDR 800K (Tiara Baby Shop - Bogor).
10. Breast Pad: Pigeon
Buat saya sih ini penting ya, karena supaya ga rembes kalau asinya lagi banyak dan belum sempat mompa.
11. Sabun Cuci Bayi: Pure Baby atau Sleek
Mana aja yang lagi nemu. Sleek banyak dijual di groceries, tapi kalau Pure biasanya cuma di baby shop. Karena sering nyuci botol atau pompa, butuh stok sabun yang banyak.
12. Pump Brush: Puku
Kebetulan dikasih sama spg baby shopnya Puku, yo wis. Kebetulan juga botol dot Mam ga butuh brush yang mungil kecil, jadi standard aja sih.
Saat hari pertama masuk kerja, stok ASIP sekitar 150 botol (mix antara botol kaca dan plastik) cukup bikin tenang. Selama ditinggal kerja dari jam 5.30am-8.30pm (Nay umur 4 bulan) habis 6 sampai 7 botol (@100ml) per hari nya. So, setiap pulang kerja saya harus kerja keras mompa untuk restock 6-7 botol, walau keteteran. Every time ada hutang stok, (diusahakan) dibayar tiap weekend.
Well, well, well.. Masih panjang perjalanan sampai 1000 hari pertama kehidupan Nay. Istilah 1000 hari pertama ini udah pada tau kan? 9 bulan dalam kandungan dan sampai dengan bayi usia 2 tahun merupakan masa-masa paling penting dalam pembentukan otaknya, sehingga kita sebagai Ibu harus memberikan gizi yang baik dan cukup.
Note to self: Jangan Jumawa, jangan merasa puas dengan ASIP yang ada, tetap harus makan dan minum yang banyak, dibawa happy, supaya stok asi terus cukup. Jangan males mompa saat kerja.
This post might be updated.
*end*
Banyak janji posts yang belum ditepati... hmm..
Ah sudahlah, lupakan post yang serius. Kepingin sekali share hal-hal yang bermanfaat dan review dari sekian banyak peralatan bayi, dan suami pun nyuruh untuk post tulisan tentang ini. Nulis ini bener-bener ngalir aja gitu, ga perlu recall memories yang berat-berat.
Dalam post kali ini, saya akan sharing peralatan tempur Air Susu Ibu Perah (ASIP). To me, ASIP does not exclusively matter for working moms, karena punya stok ASIP penting lho buat jaga-jaga misal harus ditinggal pergi belanja/nyalon/ngemall/nonton, atau kalau para Moms harus dirawat karena sakit di RS, dll.
Hope you find this post useful.. Enjoy!
1. Manual Breast Pump: Philips Avent Natural Comfort Manual
Manual pump dari Philips Avent ini ok dan memang comfort dipakenya, bunyinya agak berisik kalau setelah di steril ga bener-bener kering saat dipake. Kalau dipake pas bener2 kering ya nyaris ga ada suaranya. Berhubung hasil perah cukup banyak (alhamdulillah), jadi untuk ukuran botol 120ml bawaan Avent ini terlalu sedikit sih ya. Brand Philips Avent ini asalnya dari UK. Price: IDR 700K (Tiara Baby Shop - Bogor).
Believe me, masukkan breast pump (either manual or electric) dalam tas persiapan melahirkan. Kita ga akan pernah tau apakah bayi kita akan disinar UV atau ngga (bilirubin rendah/kurangnya cairan ASI yang masuk ke tubuhnya). Nay harus disinar di hari keempat saat seharusnya kami pulang ke rumah. Selama masuk ruangan khusus untuk disinar, bayi kita akan minum ASIP, sehingga kita harus prepare merah asi bahkan dari hari pertama melahirkan. Kalaupun ga kepake di RS, nanti bisa jadi stok untuk di rumah. Rumah Sakit siih nyediain breast pump untuk dipinjem ya, tapi saya ngga mau ah pake breast pump bekas orang lain walaupun di steril dulu.
2. Electric Breast Pump: Medela Freestyle
Awalnya ngeri takut lecet ngeliat corongnya, karena ngerasa philips avent lah pump yang paling comfort. Ternyata eh ternyata setelah dicoba (setelah dibeli tentunya), enakkk dan comfort juga kok. Motornya agak bunyi ya. Yang dicari dari Medela Freestyle ini ya batere lithium-nya, merek yang lain belum punya. Kalau ga nemu colokan listrik, ribet juga kalau harus copot dan ganti batere AA, lebih praktis tinggal pake batere yang udah charge aja. Untuk handsfree pumpnya, belum sempet coba sih. Harganya mihil bingits, IDR 5300K (Fany Baby Shop - ITC Kuningan). But it's worth the penny. Medela ini produk dari Swiss.
3. Botol Dot: Mam
Media pemberian asip harus dicari sesuai dengan keyakinan masing-masing, plus kemampuan dan ketelatenan yang mengurus. Nay dikasih botol dot, walau tidak dianjurkan sih. Nay sempet ga mau pake dot karena lebih prefer puting Mamnya, nangis kejer sampe milih bobok daripada mimik. Dikira ga cocok pake dot merek Mam, ternyata pas dikasih botol dot merek lain pun (Avent, Medela calma) Nay memang gamau. Ternyata yang penting adalah sering-sering latihan minum botol selama masih cuti melahirkan (minimal 2x minum dari botol dot supaya ga lupa dan ga ngamuk lagi pas nanti ditinggal kerja). Perkara merek, cocok-cocokan sih. Medela calma juga mau tapi Nay sepertinya lebih cucok Mam. Mam ini product Austria, Mam juga panggilan Nay untuk saya, ibunya. Warnanya Mam ini lucu, kalem, bentuknya wide, Nay bisa pegang sendiri malah. Alhamdulillah sampai sekarang Nay masih cocok dengan Botol Dot Mam dan ga bingung puting. Saat ini Nay punya 5 botol, masih kekejar sih dengan cuci dan steril. Price: IDR 120K each.
4. Botol Kaca
Tergantung yang ada di baby shop apa: bka atau botol pre-condition. No specific preference. Kalau liat di kulkas sih lebih indah liat stok asi dalam botol, lebih rapi gimana gitu.
5. Plastik ASIP: Gabag
Ada dua ukuran 100ml dan 180 ml. So far so good. Buat ngirit tempat di kulkas, baiknya pake plastik ASIP, cuma memang sekali buang, jatohnya ya boros juga ya.
6. Cooler Bag: Gabag dan Medela
Duaduanya oke. Wajib punya untuk working mom ya. Selama ini sih tahan lebih dari 12 jam.
7. Ice Gel: Igloo, Medela, Gabag, Bka
Kalau mau bawa bekel ASIP dalam botol, baiknya pake contoured ice gel. Kebetulan pas beli medela freestyle udah termasuk. Tapi ice gel yang plastik ok juga kok. Ice gel ini penting untuk jaga2 takutnya mati lampu, atau pas mau bersihin kulkas, supaya ASIP tetap terjaga suhunya. Igloo beli di Ace Hardware, untuk merek lainnya beli di baby shop.
8. Sterilizer: Philips Avent 3 in 1 Electric Steam Sterilizer
Kepake banget untuk steril semua printilan pump maupun botol dot. Kelemahannya hasilnya memang basah banget, jadi harus didiemin sampe kering atau di lap. Jangan lupa sterilizer ini rutin dibersihkan pake Citric acid yoo. Alternatif untuk steril perintilan ini ya direbus pakai air mendidih, tinggal pilih mau tagihan listrik atau tagihan gas yang nambah. Price: IDR 950K (Tiara Baby Shop - Bogor).
9. Bottle Warmer: Philips Avent Fast Bottle Warmer
Ini ga penting-penting amat sih, jarang kepake karena Ninom (panggilan Nay untuk Neneknya) lebih prefer pake cara manual (cemplungin ke air hangat). Tapi praktis juga sih pake bottle warmer ini, lumayan cepet juga kok ngangetin susunya, asal sudah mencair ya asipnya. Price: IDR 800K (Tiara Baby Shop - Bogor).
10. Breast Pad: Pigeon
Buat saya sih ini penting ya, karena supaya ga rembes kalau asinya lagi banyak dan belum sempat mompa.
11. Sabun Cuci Bayi: Pure Baby atau Sleek
Mana aja yang lagi nemu. Sleek banyak dijual di groceries, tapi kalau Pure biasanya cuma di baby shop. Karena sering nyuci botol atau pompa, butuh stok sabun yang banyak.
12. Pump Brush: Puku
Kebetulan dikasih sama spg baby shopnya Puku, yo wis. Kebetulan juga botol dot Mam ga butuh brush yang mungil kecil, jadi standard aja sih.
Saat hari pertama masuk kerja, stok ASIP sekitar 150 botol (mix antara botol kaca dan plastik) cukup bikin tenang. Selama ditinggal kerja dari jam 5.30am-8.30pm (Nay umur 4 bulan) habis 6 sampai 7 botol (@100ml) per hari nya. So, setiap pulang kerja saya harus kerja keras mompa untuk restock 6-7 botol, walau keteteran. Every time ada hutang stok, (diusahakan) dibayar tiap weekend.
Well, well, well.. Masih panjang perjalanan sampai 1000 hari pertama kehidupan Nay. Istilah 1000 hari pertama ini udah pada tau kan? 9 bulan dalam kandungan dan sampai dengan bayi usia 2 tahun merupakan masa-masa paling penting dalam pembentukan otaknya, sehingga kita sebagai Ibu harus memberikan gizi yang baik dan cukup.
Note to self: Jangan Jumawa, jangan merasa puas dengan ASIP yang ada, tetap harus makan dan minum yang banyak, dibawa happy, supaya stok asi terus cukup. Jangan males mompa saat kerja.
This post might be updated.
*end*
Comments
Post a Comment